
Khatulistiwahits–Aksi berbagi kembali menghangatkan suasana di sebuah Panti Asuhan AL ADABIY Pontianak, ketika perantau dari daerah Sumatera Selatan (Palembang) yang tergabung dalam Paguyuban Wong Kito Galo Pontianak berkumpul untuk menyalurkan bantuan kepada para warga panti. Momen kebersamaan itu terekam sederhana namun penuh makna, menghadirkan senyum dan rasa syukur di tengah suasana yang hangat dan kekeluargaan.
Berbagi Berkah, Menebar Harapan: Aksi Kepedulian Paguyuban Wong Kito Galo di Bulan Ramadhan
Kegiatan berbagi berkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras dan paket sembako, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni pondok.
Suasana penyerahan bantuan berlangsung penuh keakraban. Diwakili oleh Ketua Paguyuban Wong Kito Galo, Irwan Junaidi, SH, yang juga di dampingi oleh Penasehat Paguyuban, H. Nusyirwan Adli, Para relawan dan pengurus pondok berdiri berdampingan, menunjukkan semangat kebersamaan yang tulus. Tidak hanya sekadar memberikan bingkisan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah di bulan Ramadhan.
Tumpukan paket bantuan yang tersusun rapi di ruangan menjadi simbol kepedulian yang nyata. Setiap paket membawa harapan, bahwa kebersamaan dan empati mampu meringankan beban sekaligus menumbuhkan semangat hidup bagi mereka yang menerima.
Bagi para donatur, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas sosial, melainkan bentuk rasa syukur yang diwujudkan melalui aksi nyata. Mereka percaya bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih, tetapi cukup dimulai dari niat baik dan kepedulian terhadap sesama.
Sementara itu, pihak pondok asuhan menyambut bantuan ini dengan penuh rasa haru. Dukungan yang datang menjadi energi baru untuk terus menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan bagi para penghuni, sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Baca Juga:Keluarga Besar Sriwijaya Kalimantan Barat Berbagi 1000 Takjil Berkah Ramadhan
Momen kebersamaan juga diisi dengan percakapan hangat, senyum, dan doa bersama. Kehangatan suasana menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan dalam pertemuan sederhana sekalipun.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, aksi berbagi seperti ini menjadi pengingat bahwa empati tetap menjadi kebutuhan mendasar manusia. Kepedulian sosial bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang hadir dan saling menguatkan.
Kegiatan berbagi berkah ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut terlibat dalam aksi sosial. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dampaknya bisa menjadi sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Pada akhirnya, kebahagiaan sejati sering kali lahir dari berbagi. Dari ruangan sederhana itu, terpancar pesan kuat bahwa kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur adalah fondasi yang mampu menyatukan banyak hati dalam satu tujuan mulia: menebarkan kebaikan tanpa batas.(Cher)








