KhatulistiwaHits – Setelah lebih dari enam dekade dikenal sebagai salah satu aktor terbaik dunia, Sir Anthony Hopkins kembali mengejutkan publik. Peraih dua Academy Awards itu resmi menandatangani kontrak rekaman dengan Decca Classics dan meluncurkan single pertamanya sebagai komposer di usia 88 tahun. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan seni Hopkins, yang ternyata telah mencintai musik jauh sebelum namanya mendunia lewat layar lebar.
Dilansir Euronews (10/07), single perdana berjudul “Bracken Road” dirilis sebagai pembuka menuju album orkestra bertajuk Life Is a Dream, yang dijadwalkan meluncur pada 21 Agustus 2026. Album tersebut memuat karya-karya yang telah ia tulis selama lebih dari 60 tahun.
Musik, Cinta Pertama Sir Anthony Hopkins
Bagi banyak orang, Anthony Hopkins identik dengan karakter ikonik seperti Hannibal Lecter dalam The Silence of the Lambs. Namun, di balik kesuksesan karier aktingnya, Hopkins mengaku bahwa musik adalah impian pertamanya.
“Music was my first desire, my first wish,” ungkap Hopkins saat mengumumkan proyek musik terbarunya. Ia mengatakan telah menggubah musik sepanjang hidupnya dan beberapa komposisinya telah menemaninya selama puluhan tahun.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar eksperimen, melainkan impian lama yang akhirnya terwujud.
“Bracken Road”, Lagu yang Sarat Kenangan
Single “Bracken Road” menjadi karya pembuka yang penuh nilai emosional.
Menurut Decca Classics, komposisi tersebut terinspirasi dari masa kecil Hopkins di Margam, South Wales, menggambarkan jalan-jalan kecil, padang rumput, kawasan pertanian, hingga pegunungan yang mengelilingi rumah keluarganya pada era 1940-an. Melalui musik orkestra, Hopkins mencoba menghidupkan kembali kenangan masa kecilnya dalam bentuk yang puitis dan sinematik.
Album Life Is a Dream Berisi Karya Enam Dekade
Album Life Is a Dream akan menghadirkan kumpulan komposisi orisinal yang diciptakan Hopkins selama lebih dari enam dekade.
Selain “Bracken Road”, album ini juga memuat karya seperti “My Fatherland”, yang terinspirasi dari melodi tradisional Wales, serta beberapa komposisi yang lahir dari pengalaman pribadinya, termasuk penghormatan kepada sang istri, keponakan, dan kecintaannya pada dunia perfilman.
Seluruh lagu dibawakan oleh Philharmonia Orchestra, dipimpin oleh konduktor pemenang Grammy Gustavo Dudamel, dengan penampilan solo dari pemain cello Gregorio Nieto dan pianis klasik Sergio Tiempo.
Bukan Pertama Kali Berkarya di Dunia Musik
Walaupun baru menandatangani kontrak rekaman bersama Decca Classics, Hopkins sebenarnya bukan pendatang baru di dunia musik.
Ia mulai bermain piano sejak usia empat tahun dan telah menulis berbagai komposisi sejak muda. Pada 2011, komposisi waltz ciptaannya yang ditulis pada 1964 dipopulerkan oleh konduktor Belanda André Rieu melalui album And the Waltz Goes On. Hopkins juga pernah merilis album musik klasik Composer pada 2012 dan menerima penghargaan Classic Brit Award untuk kontribusinya di dunia musik klasik.
Dengan demikian, album Life Is a Dream merupakan kelanjutan dari perjalanan musikal yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.
Bukti Bahwa Berkarya Tak Mengenal Usia
Keputusan Hopkins merilis album baru pada usia 88 tahun mendapat banyak apresiasi dari penggemar maupun pelaku industri musik.
Presiden Decca Classics, Laura Monks, menyebut bergabungnya Hopkins sebagai sebuah kehormatan. Ia memuji kedalaman musikalitas sang aktor dan menggambarkan proses rekaman bersama Philharmonia Orchestra sebagai pengalaman yang luar biasa.
Baca Juga: BTS Rilis Come Over, Lagu Surat Cinta untuk ARMY yang Bikin Penggemar Terharu
Kisah Hopkins juga menjadi inspirasi bahwa kreativitas tidak dibatasi oleh usia. Setelah mencapai puncak karier di dunia perfilman, ia tetap berani mengejar mimpi yang telah lama tersimpan.
Seni Tak Pernah Mengenal Kata Terlambat
Perjalanan Sir Anthony Hopkins menunjukkan bahwa semangat berkarya dapat terus hidup sepanjang hayat.
Di usia ketika banyak orang memilih menikmati masa pensiun, Hopkins justru membuka babak baru sebagai komposer musik klasik. Kehadiran Life Is a Dream bukan hanya menjadi album baru, tetapi juga representasi dari perjalanan hidup, kenangan, dan emosi yang ia tuangkan melalui nada.
Bagi para penggemar, langkah ini menambah satu lagi sisi luar biasa dari sosok Anthony Hopkins—bukan hanya sebagai aktor legendaris, tetapi juga sebagai seniman yang terus berkarya tanpa mengenal batas usia.









