Khatulistiwahits, Pontianak – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi pendidik melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengangkat tema “Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) untuk Penyusunan Modul Ajar, Soal, dan Evaluasi Pembelajaran Bagi Guru dan Staff SD Negeri 27 Pontianak Tenggara.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 Juni hingga 13 Juli 2026 di Ruang Serba Guna SD Negeri 27 Pontianak Tenggara.
Program ini diikuti oleh 20 orang guru dan staf SD Negeri 27 Pontianak Tenggara yang antusias mempelajari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung proses administrasi dan pembelajaran di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan oleh dua orang dosen bersama empat mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh pelatihan mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, pemanfaatan berbagai platform AI untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, pembuatan soal berbasis capaian pembelajaran, hingga penyusunan instrumen evaluasi yang lebih efektif, efisien, dan inovatif. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung sehingga peserta dapat menerapkan penggunaan AI sesuai kebutuhan mata pelajaran masing-masing.
Salah satu dosen pelaksana, Eva Meilinda, menyampaikan bahwa pemanfaatan AI harus dipahami sebagai teknologi pendukung yang mampu membantu guru bekerja lebih efektif tanpa mengurangi kualitas proses pembelajaran.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi mitra dalam meningkatkan produktivitas. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, guru dapat lebih fokus pada kreativitas pembelajaran, pembinaan karakter peserta didik, dan pengembangan metode mengajar yang inovatif,” ujarnya.
Senada dengan itu, dosen pelaksana Dedi Saputra menjelaskan bahwa penguasaan AI merupakan kompetensi yang semakin penting dimiliki oleh tenaga pendidik di era transformasi digital.
“Melalui kegiatan pengabdian ini kami ingin memberikan pengalaman praktik yang dapat langsung diterapkan di sekolah. Guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyusun modul ajar, menghasilkan soal berkualitas, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara lebih cepat, sistematis, dan tetap mempertahankan kualitas akademik,” jelasnya.
Kegiatan pelatihan dirancang secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, diskusi, praktik mandiri, serta pendampingan intensif. Mahasiswa turut berperan aktif mendampingi peserta dalam mengoperasikan berbagai aplikasi AI sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif.
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan, Galih, mengungkapkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian memberikan pengalaman yang sangat berharga.
“Kami merasa bangga dapat berkontribusi langsung mendampingi para guru memanfaatkan teknologi AI. Selain mengasah kemampuan komunikasi dan kolaborasi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menyelesaikan kebutuhan nyata di masyarakat,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang guru peserta, Fatmawati, mengaku pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai penggunaan AI dalam dunia pendidikan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi praktis dalam menyusun modul ajar, membuat soal, hingga melakukan evaluasi pembelajaran. Kami menjadi lebih percaya diri memanfaatkan AI sebagai alat bantu yang tetap mengedepankan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar,” ungkap Fatmawati.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Bina Sarana Informatika kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Pemanfaatan Artificial Intelligence diharapkan mampu menjadi solusi inovatif bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas, meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi akademik, serta mendukung terciptanya proses belajar mengajar yang lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era transformasi digital.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Universitas Bina Sarana Informatika dan SD Negeri 27 Pontianak Tenggara dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.









