Example 160x600
Example 160x600
Berita

Kolaborasi dengan UBSI, SMA Negeri 21 Pontianak Bekali Guru Manfaatkan AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Digital

4
×

Kolaborasi dengan UBSI, SMA Negeri 21 Pontianak Bekali Guru Manfaatkan AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Digital

Sebarkan artikel ini
Pembelajaran Digital
Example 468x60

Khatulistiwahits.com, Pontianak — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus membawa perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Menyadari pentingnya kesiapan guru dalam menghadapi transformasi tersebut, SMA Negeri 21 Kota Pontianak menggelar kegiatan Guru Belajar bertema “Merancang Media Pembelajaran Berbasis Website dengan Memanfaatkan AI” pada Jumat (14/8).

Kolaborasi dengan UBSI, SMA Negeri 21 Pontianak Bekali Guru Manfaatkan AI untuk Ciptakan Media Pembelajaran Digital

Kegiatan ini menghadirkan dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, Yoki Firmansyah, sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan wawasan sekaligus pengalaman mengenai pemanfaatan AI dalam membantu merancang media pembelajaran berbasis website yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah SMA Negeri 21 Kota Pontianak dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. AI diperkenalkan bukan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mendukung kreativitas dan efektivitas dalam proses pembelajaran.

Kepala Sekolah SMA Negeri 21 Kota Pontianak, Aryani, menyampaikan bahwa perkembangan AI menjadi bagian dari perubahan dunia pendidikan yang perlu direspons dengan kesiapan dan kemampuan beradaptasi.

“Saat ini guru-guru harus beradaptasi dengan AI untuk mempermudah pekerjaannya selama mengajar. AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu yang dapat membuat pekerjaan guru lebih efektif dan efisien,” ujar Aryani dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Jum’at (14/8).

Baca Juga : Lulus ToT Koding dan AI, Dosen UBSI Siap Jadi Fasilitator Pembelajaran Digital

Sementara itu, Yoki Firmansyah menjelaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang mempermudah guru dalam mengembangkan ide dan materi pembelajaran menjadi media digital yang lebih menarik.

“Guru tidak harus menjadi programmer untuk bisa membuat media pembelajaran berbasis website. Dengan memanfaatkan AI secara tepat, guru dapat mengembangkan ide dan materi pembelajaran menjadi sebuah media digital yang lebih interaktif,” ungkap Yoki.

Dalam sesi pembelajaran, para guru diperkenalkan pada berbagai kemungkinan pemanfaatan AI untuk mendukung proses perancangan media pembelajaran. Teknologi tersebut dapat membantu mengembangkan ide, menyusun konsep, hingga menghasilkan media digital tanpa mengharuskan guru memiliki kemampuan pemrograman secara mendalam.

Meski demikian, Yoki menegaskan bahwa pemanfaatan AI tetap membutuhkan peran aktif dan kemampuan berpikir kritis dari guru. Teknologi hanya berfungsi sebagai asisten, sementara guru tetap menjadi pihak utama yang menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi, serta memastikan informasi yang digunakan sesuai dan relevan.

“Yang paling penting bukan sekadar menggunakan AI, tetapi bagaimana guru mampu mengarahkan teknologi tersebut untuk memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Guru tetap menjadi pengendali utama, sedangkan AI menjadi alat bantu untuk meningkatkan kreativitas dan efektivitas,” tambahnya.

Baca Juga : Peluang dan Tantangan Pembelajaran Literasi Digital di Mata Pelajaran Informatika

Kegiatan Guru Belajar ini memberikan ruang bagi para guru SMA Negeri 21 Kota Pontianak untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih inovatif. Selain meningkatkan pemahaman mengenai AI, kegiatan tersebut juga mendorong guru untuk melihat teknologi sebagai peluang dalam mengembangkan metode pembelajaran.

Kolaborasi antara SMA Negeri 21 Kota Pontianak dan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan pentingnya sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan teknologi. Melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan penguatan kompetensi, transformasi digital di dunia pendidikan dapat didorong secara lebih adaptif dan berkelanjutan. (Safika)