Example 160x600
Example 160x600
Berita

378 Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Ikuti Bursa Wirausaha Unggulan Kalbar 2026 Bersama Menteri UMKM

5
×

378 Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Ikuti Bursa Wirausaha Unggulan Kalbar 2026 Bersama Menteri UMKM

Sebarkan artikel ini
Bursa Wirausaha
Example 468x60

Khatulistiwahits.com, Pontianak — Sebanyak 378 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengikuti Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Kalimantan Barat 2026 di Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan), Senin (26/10). Kehadiran mereka didampingi Koordinator BSI Entrepreneur Center (BEC) sekaligus dosen pendamping, Nurmalasari.

378 Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Ikuti Bursa Wirausaha Unggulan Kalbar 2026 Bersama Menteri UMKM

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut dibuka langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Mengusung tema “Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak”, acara ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, jajaran Forkopimda, serta berbagai pemangku kepentingan kewirausahaan.

Dalam sambutannya, Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa BWU merupakan program fasilitasi dan temu bisnis atau business matching. Program ini mempertemukan calon wirausaha, mahasiswa, dan pelaku UMKM dengan perbankan, lembaga pembiayaan, investor, inkubator bisnis kampus, BUMN, serta pihak swasta.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan bagi pertumbuhan wirausaha, mulai dari akses pembiayaan, legalitas, sertifikasi, hingga pemasaran. BWU menjadi bagian dari upaya Kementerian UMKM untuk mencapai target 10 juta wirausaha baru hingga 2029.

Pada kesempatan tersebut, kepala daerah dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat turut menandatangani komitmen bersama untuk mendukung Program SAPA UMKM. Acara juga menghadirkan pameran produk unggulan dan inovasi rintisan bisnis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Barat.

Rangkaian BWU Kalbar 2026 menghadirkan dua sesi pembelajaran. Sesi pertama berupa Talkshow Wirausaha Berdampak bertajuk “Asrama Berdampak: Dari Masalah Sehari-hari Menjadi Ide, Aksi, dan Peluang”, dengan Dr. Muhammad Fahmi sebagai narasumber dan Ferdinand Hidayat sebagai moderator.

Sesi kedua berupa panel diskusi yang membahas tiga topik, yakni “Dari Langkah Digital, Menjadi Lompatan Usaha”, “Optimalkan Platform, Perkuat Usaha, Perluas Pasar”, serta “Optimalkan AI, Perkuat Brand, Ciptakan Konten yang Memikat”. Diskusi menghadirkan Meriani Anengsi, Alexander dari Grab Indonesia, dan Kreshna Manggala Putra dari MWX Indonesia.

Seluruh mahasiswa UBSI kampus Pontianak yang hadir merupakan peserta mata kuliah Entrepreneurship. Mereka sedang maupun telah mengerjakan proyek usaha di bidang jasa dan bisnis digital. Karena itu, keikutsertaan dalam BWU menjadi kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan praktik dan peluang di dunia usaha.

Koordinator BEC sekaligus dosen pendamping, Nurmalasari, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai proses membangun usaha secara nyata.

“Kami membawa 378 mahasiswa agar mereka melihat langsung bagaimana ekosistem kewirausahaan bekerja, mulai dari pembiayaan, pendampingan, legalitas, sampai akses pasar. Harapannya mereka semakin termotivasi dan terpicu untuk menjadi wirausaha muda yang sukses,” ujar Nurmalasari dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Kamis (29/10).

Baca Juga : Wisuda UBSI Kampus Pontianak ke-17 Jadi Ajang Syukur atas Capaian Akreditasi Unggul dan Prestasi Nasional

Selain mengikuti arahan Menteri UMKM, talkshow, dan panel diskusi, mahasiswa juga berkesempatan menjajaki peluang kemitraan dan pembiayaan. Mereka dapat berinteraksi serta membangun jejaring dengan inkubator bisnis, pelaku usaha, dan mitra strategis yang hadir.

Nurmalasari berharap pengalaman tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk melanjutkan proyek usaha yang telah dirintis dan mengembangkannya melalui pendampingan BEC serta jejaring yang terbentuk selama kegiatan.

Melalui partisipasi dalam BWU Kalbar 2026, UBSI kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi kewirausahaan. Pengalaman langsung mengenal ekosistem bisnis diharapkan menjadi bekal untuk membangun usaha yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan dampak bagi masyarakat. (Safika)