Khatulistiwa–Purwokerto, 14 Oktober 2025 – Seorang dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto berhasil meraih hibah nasional yang diberikan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek. Hibah ini akan digunakan untuk mendanai proyek riset dan pengembangan Inovasi Pemasaran Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Proyek ini bertujuan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing mereka di pasar global yang semakin terdigitalisasi.
Dosen UBSI Kampus Purwokerto Raih Hibah Nasional untuk Inovasi Pemasaran AI bagi UMKM
Dedy saputra , dosen yang juga merupakan peneliti utama dalam proyek ini, menjelaskan bahwa dengan bantuan teknologi AI, UMKM akan lebih mudah dalam mengidentifikasi tren pasar, memahami perilaku konsumen, serta merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak pelaku UMKM, khususnya di daerah-daerah yang belum sepenuhnya terbiasa dengan teknologi canggih.
“Tujuan utama kami adalah memberikan pelatihan serta alat yang mudah diakses bagi pelaku UMKM. Dengan sistem pemasaran berbasis AI, mereka bisa lebih mudah mendapatkan wawasan pasar, mengetahui preferensi pelanggan, dan menentukan langkah pemasaran yang paling tepat,” kata [Nama Dosen] saat diwawancarai.
Selain itu, sistem pemasaran berbasis AI yang dikembangkan dalam proyek ini juga dirancang untuk memperkuat komunikasi antara UMKM dan konsumen mereka. Dengan analisis data secara otomatis, sistem ini mampu memberikan rekomendasi yang lebih terperinci mengenai produk mana yang paling diminati, waktu terbaik untuk promosi, serta cara meningkatkan keterlibatan pelanggan di media sosial dan platform e-commerce.
Proyek ini bukan hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga mencakup pendampingan langsung kepada UMKM yang terlibat. Para pelaku usaha akan diberikan pelatihan tentang cara menggunakan teknologi ini dalam kegiatan operasional sehari-hari mereka. Dengan begitu, mereka diharapkan dapat memanfaatkan potensi digital marketing untuk mengembangkan usaha mereka tanpa perlu bergantung pada sumber daya eksternal yang mahal.
Keberhasilan proyek ini tentu menjadi bukti bahwa UBSI Kampus Purwokerto terus berkomitmen untuk menjadi penggerak utama dalam bidang pendidikan dan riset terapan, khususnya yang berorientasi pada pengabdian masyarakat. Kampus ini dikenal memiliki fokus pada pengembangan teknologi informasi dan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kampus UBSI Purwokerto juga melibatkan sejumlah mahasiswa dalam proyek ini, yang tidak hanya akan mendapatkan pengalaman riset tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dalam penerapan AI di dunia nyata. Mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan sistem ini akan bekerja langsung dengan para pelaku UMKM, memberikan solusi yang dapat langsung diimplementasikan dalam usaha mereka.
baca juga:Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Hibahkan Aplikasi SIPANAH untuk Kantor Lurah Siantan Tengah
UBSI , Kepala Kampus UBSI Purwokerto, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang kampus dalam mendukung pengembangan UMKM, terutama dalam menghadapi tantangan era digital. “Kami percaya bahwa melalui riset yang relevan dan aplikasi teknologi yang tepat, UMKM di Banyumas dan sekitarnya dapat meningkatkan daya saingnya, bukan hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” ungkapnya.
Pencapaian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen dan mahasiswa di lingkungan UBSI untuk terus berinovasi dalam mengembangkan proyek-proyek yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ke depan, UBSI Purwokerto akan terus mendorong para sivitas akademika untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, industri, maupun komunitas lokal, guna menciptakan solusi-solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Sebagai informasi tambahan, proyek ini sudah mulai dijalankan pada awal tahun 2025 dan akan berlangsung selama satu tahun penuh. Diharapkan pada akhir proyek, sistem yang dikembangkan dapat diimplementasikan secara luas oleh UMKM di Purwokerto dan wilayah Banyumas, serta dapat diadopsi oleh komunitas UMKM di daerah lainnya di Indonesia. Inovasi ini juga memiliki potensi untuk dijadikan model bagi program pemberdayaan UMKM berbasis teknologi di masa depan.(nai)









