Example 160x600
Example 160x600
EventBerita

AI untuk Prediksi dan Keamanan Perbankan Jadi Sorotan di Independence Day AI Conference 2025

×

AI untuk Prediksi dan Keamanan Perbankan Jadi Sorotan di Independence Day AI Conference 2025

Sebarkan artikel ini
perbankan
Example 468x60

KhatulistiwaHits, Pontianak – Mengusung semangat pemanfaatan AI untuk mendorong inovasi dan keamanan digital, Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025 yang digelar Rabu (27/8) di Harris Hotel Pontianak oleh Digital Creative Community (DICO) bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) serta disponsori utama oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), menghadirkan Hans Christian, Digital Innovator Bank BCA, sebagai salah satu narasumber pada sesi AI for Business.

Dalam pemaparannya, Hans membahas bagaimana teknologi kecerdasan buatan, khususnya predictive AI, dapat memberikan manfaat besar dalam industri perbankan, mulai dari deteksi potensi penipuan hingga peningkatan pengalaman nasabah.

Penerapan Predictive AI dalam Industri Keuangan

Hans menjelaskan bahwa predictive AI bekerja dengan menganalisis data historis untuk memprediksi tren dan potensi risiko di masa depan. Teknologi ini terbukti efektif dalam mendeteksi indikasi transaksi mencurigakan, sehingga dapat membantu lembaga keuangan mencegah tindak penipuan sejak dini.

“Dengan memanfaatkan data transaksi nasabah, AI dapat mengidentifikasi pola yang tidak biasa dan memberikan peringatan lebih cepat. Hal ini bukan hanya melindungi bank, tetapi juga memberikan rasa aman bagi nasabah,” jelas Hans Christian.

Selain pada keamanan, predictive AI juga digunakan untuk mengoptimalkan operasional, seperti memprediksi kebutuhan perawatan mesin ATM atau beban transaksi harian, serta menganalisis perilaku pelanggan untuk merekomendasikan produk yang relevan dan mencegah customer churn.

Baca juga: UBSI Kampus Pontianak Bagi-Bagi Trip Gratis ke Yogyakarta, Ini Sekolah Beruntung yang Terpilih!

Hans menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi ini sejalan dengan tema besar konferensi tahun ini, yaitu mendorong inovasi dan keamanan digital melalui kecerdasan buatan.

“AI tidak hanya membantu industri perbankan menjadi lebih efisien, tetapi juga memastikan layanan tetap aman, terpercaya, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” pungkasnya.

Sesi yang dibawakan Hans menjadi salah satu materi penting pada AI for Business, melengkapi paparan dari Nanda Diaz Arizona yang menyoroti generative AI. Kedua narasumber ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat diintegrasikan dalam strategi bisnis, baik dari sisi kreativitas maupun keamanan, yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.(Siti Hafizah)