KhatulistiwaHits, Pontianak – Penerapan artificial intelligence (AI) kian menjadi kunci inovasi di sektor perbankan, mulai dari peningkatan layanan hingga deteksi fraud. Hal ini menjadi sorotan Hans Christian dari Digital Innovator Bank BCA dalam sesi AI for Business pada Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025, Rabu (27/8) di Harris Hotel Pontianak, yang mengusung semangat pemanfaatan AI untuk masa depan digital.
Konferensi ini digelar oleh Digital Creative Community (DICO) bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) dengan sponsor utama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dalam sesi AI for Business, turut hadir Ir. Nanda Diaz Arizona, Manager IT PT Alfa Sinar, yang bersama Hans memberikan pandangan mengenai penerapan AI di dunia bisnis dan industri.
AI untuk Efisiensi dan Keamanan Perbankan
Dalam paparannya bertajuk Artificial Intelligence in Banking Industry, Hans menguraikan bagaimana teknologi kecerdasan buatan, baik predictive AI maupun generative AI, semakin relevan bagi industri perbankan modern. Menurutnya, AI bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting untuk mendukung efisiensi, memperkuat keamanan, serta meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah.
Hans menjelaskan, predictive AI mampu menganalisis data historis untuk memprediksi tren, mengidentifikasi potensi risiko, hingga mendeteksi transaksi mencurigakan. Penerapan ini dinilai efektif dalam mencegah tindak penipuan, memprediksi kebutuhan operasional, serta membantu bank memahami perilaku nasabah secara lebih mendalam.
Baca juga: Keamanan Digital Jadi Fokus dalam Pemanfaatan Generative AI di Independence Day AI Conference 2025
Sementara itu, generative AI dimanfaatkan untuk menghasilkan konten baru, termasuk teks, audio, gambar, hingga video, yang dapat menunjang layanan pelanggan dan inovasi produk perbankan digital. Hans menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi ini semakin diperluas untuk mendukung interaksi berbasis chatbot, analisis data, hingga otomatisasi pekerjaan administratif.
“Kerugian akibat penipuan finansial terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan pemanfaatan AI, industri perbankan memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat sistem deteksi dini, sekaligus menghadirkan layanan yang lebih cepat dan relevan bagi nasabah,” ungkap Hans.
Paparan Hans Christian melengkapi diskusi dalam sesi AI for Business bersama Nanda Diaz Arizona, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran AI tidak hanya penting bagi sektor kreatif dan bisnis umum, tetapi juga menjadi fondasi inovasi dan keamanan di sektor keuangan.(Siti Hafizah)















