Khatulistiwahits, Pontianak – Guna menghadapi tantangan era digital, tim dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Pondok Pesantren Kanzul Khairaat, Pontianak Tenggara, pada Sabtu (16/5). Mengusung tema “Technology Empowering: Menggali Potensi Diri Melalui Pemberdayaan Teknologi”, kegiatan ini membidik peningkatan literasi digital di kalangan santri.
Fokus utama pelatihan ini adalah menanamkan digital mindset (pola pikir digital) yang kuat, membangun personal branding, serta memaksimalkan potensi karier. Harapannya, para santri tidak hanya piawai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif, kreatif, dan tetap berpegang pada etika.
Pelatihan yang dikemas interaktif melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung ini diikuti dengan antusias oleh 15 orang santri. Adapun tim pelaksana PkM ini diketuai oleh Muhamad Syarif, dengan anggota Muhammad Rezki dan Weiskhy Steven Dharmawan, serta dibantu oleh dua mahasiswa UBSI, yakni Riski Alfadil Anugra dan Putri Nabila Zahira.
Baca Juga: Kuliah Sambil Kerja? Program S1 Transfer UBSI Pontianak Solusinya
Dalam sesi pemaparan materi, tim narasumber memberikan wawasan komprehensif, mulai dari pemahaman tujuh paradigma digital, pengenalan potensi profesi di bidang Kecerdasan Buatan (AI), prediksi tren pekerjaan masa depan, hingga dasar-dasar keamanan siber (cyber security).
Narasumber juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga rekam jejak digital (digital footprint). “Teknologi saat ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan sarana pengembangan diri. Santri harus mampu memanfaatkannya secara bijak untuk meningkatkan kompetensi dan memberi kontribusi positif di tengah masyarakat,” jelas perwakilan narasumber.
Ketua Pelaksana PkM UBSI Pontianak, Muhamad Syarif, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata institusi pendidikan dalam membentuk generasi muda yang adaptif terhadap laju teknologi.
“Kami berharap para santri tidak hanya berhenti sebagai pengguna (user), tetapi mampu bertransformasi menjadi kreator digital yang berdaya saing. Mereka harus bisa menggali potensi diri dengan tetap memegang teguh karakter positif saat berselancar di dunia maya,” tegas Syarif.
Melalui program pemberdayaan ini, UBSI Kampus Pontianak kembali membuktikan komitmennya dalam mengakselerasi literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Tujuannya jelas: mencetak generasi santri yang melek teknologi dan siap menjawab tantangan masa depan dengan bijak dan bertanggung jawab.









