Example 160x600
Example 160x600
Pendidikan

Lulusan Sarjana Bertambah, Tapi Pengangguran Masih Ada. Apa yang Kurang?

×

Lulusan Sarjana Bertambah, Tapi Pengangguran Masih Ada. Apa yang Kurang?

Sebarkan artikel ini
Sarjana
Example 468x60

KhatulistiwaHits — Setiap tahun, ribuan mahasiswa diwisuda dan resmi menyandang gelar sarjana. Namun ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang justru masih bingung ketika memasuki dunia kerja. Bukan karena tidak pintar, tetapi karena selama kuliah mereka belum pernah benar-benar merasakan bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya.

Kuliah Teori vs Kebutuhan Industri

Realitanya, banyak mahasiswa menjalani kuliah selama empat tahun penuh hanya di ruang kelas. Fokusnya pada teori, tugas, dan ujian. Ketika lulus, barulah mereka mulai mencari pengalaman kerja. Akibatnya, lulusan baru sering kali kalah bersaing dengan kandidat yang sudah punya pengalaman, meskipun secara akademik mereka cukup baik.

Padahal, industri saat ini bergerak sangat cepat, terutama di bidang teknologi dan keuangan digital. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang punya nilai bagus, tetapi juga mereka yang sudah terbiasa dengan ritme kerja, mampu bekerja dalam tim, dan memahami kebutuhan industri.

Solusi: Program Kuliah Berbasis Industri

Melihat kondisi tersebut, Cyber University yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia menghadirkan konsep kuliah yang lebih dekat dengan dunia kerja melalui program Company Learning Program (CLP) 3+1. Skemanya cukup menarik, mahasiswa menjalani tiga tahun kuliah untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan, lalu satu tahun penuh magang di perusahaan ternama yang sudah bekerja sama dengan Cyber University.

Jadi, mahasiswa tidak hanya belajar teori dikelas. Mereka juga punya kesempatan merasakan langsung dunia kerja bahkan sebelum lulus. Jadi ketika teman-teman dari kampus lain baru mulai melamar pekerjaan setelah wisuda, mahasiswa Cyber University sudah lebih dulu punya pengalaman bekerja di perusahaan.

Menariknya lagi, sistem perkuliahan di Cyber University juga dibuat lebih fleksibel. Proses belajar berlangsung dengan komposisi 60 persen tatap muka dan 40 persen online, sehingga mahasiswa tetap bisa merasakan suasana kuliah di kampus sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.

Baca juga: Sarjana Banyak yang Nganggur? Stop Telan Data Mentah-mentah

Fokus pada Fintech dan Talenta Digital

Cyber University sendiri dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia, yang fokus pada pengembangan talenta di bidang teknologi finansial. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri saat ini, di mana sektor fintech terus berkembang pesat dan membutuhkan banyak talenta digital.

Karena itu, Cyber University menghadirkan beberapa program studi yang cukup diminati generasi muda, seperti Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Sistem dan Teknologi Informasi, Bisnis Digital, serta Digital Entrepreneur. Program-program ini dirancang untuk menyiapkan mahasiswa agar siap menghadapi ekosistem industri digital yang terus berkembang.

Dengan konsep kuliah yang terhubung langsung dengan dunia industri, mahasiswa tidak hanya mengejar gelar sarjana, tetapi juga membangun pengalaman kerja sejak masih kuliah. Di tengah persaingan kerja yang semakin ketat, bekal seperti ini tentu bisa menjadi keunggulan tersendiri ketika memasuki dunia profesional.