KhatulistiwaHits, Pontianak — Transformasi digital yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir telah membawa perubahan besar pada berbagai bidang, termasuk sistem informasi akuntansi. Dunia pendidikan, sebagai fondasi pengembangan sumber daya manusia, kini memainkan peran penting dalam mempersiapkan generasi akuntan yang melek teknologi.
Program studi yang menggabungkan akuntansi dan teknologi informasi kini semakin diminati, salah satunya Program Studi Sistem Informasi Akuntansi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak. Kurikulum yang ditawarkan dirancang untuk menyiapkan mahasiswa tidak hanya memahami proses akuntansi, tetapi juga menguasai sistem digital yang mendukung efisiensi dan akurasi pengelolaan keuangan.
Trend Teknologi dan Prediksi 5 Tahun Kedepan Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Raja Sabaruddin, Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak, sejumlah tren teknologi telah mengubah lanskap dunia akuntansi dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya:
1. Cloud Accounting, yang memungkinkan pembuatan laporan keuangan dari mana saja secara real-time.
Baca juga : Gen Z, Saatnya Melangkah Lebih Jauh: Pentingnya Kuliah dan Peluang Menarik di UBSI Kampus Pontianak
2. Artificial Intelligence dan Big Data, yang dimanfaatkan untuk mendeteksi kecurangan, memprediksi kondisi keuangan, dan melakukan analisis risiko.
3. Blockchain, sebagai jaminan transparansi dan keamanan transaksi.
4. Automated Reporting, yang memungkinkan laporan tersusun otomatis tanpa banyak input manual.
5. Integrasi ERP (Enterprise Resource Planning), yang menghubungkan sistem akuntansi dengan unit bisnis lain seperti SDM, inventaris, hingga penjualan.
“Tren-tren ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan akuntansi masa depan harus memiliki keterampilan digital yang solid, selain kemampuan analisis keuangan yang baik,” jelas Raja.
UBSI Sebagai Kampus Digital Kreatif Miliki Jurusan Sistem Informasi Akuntansi
Menjawab kebutuhan itu, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus memperkuat mata kuliah berbasis teknologi, seperti Sistem Informasi Akuntansi, Teknologi Keuangan, hingga Data Analytics for Accountants. Mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti magang di perusahaan berbasis teknologi, termasuk startup, untuk mengasah pemahaman praktis dalam membangun sistem keuangan digital.
Raja menambahkan bahwa perkuliahan di prodi ini tak lagi monoton. Mahasiswa kini belajar menyusun sistem, merancang dashboard keuangan digital, hingga memahami dasar-dasar coding untuk pengembangan aplikasi keuangan. Lulusan program ini dibekali kemampuan untuk berkiprah sebagai akuntan modern, analis keuangan digital, hingga business analyst yang siap bersaing di industri berbasis teknologi.
Baca juga : Tantangan dan Peluang Pendidikan Tinggi di Era Digital, UBSI Kampus Pontianak Siap Jawab Kebutuhan Pasar
Lima tahun ke depan, kebutuhan akan tenaga ahli akuntansi yang menguasai teknologi diprediksi akan terus meningkat, seiring berkembangnya industri fintech dan digitalisasi layanan keuangan di sektor swasta maupun pemerintahan.
Dengan fondasi yang kuat dari dunia pendidikan, khususnya melalui program studi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mahasiswa kini punya peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari revolusi akuntansi digital yang terus bergerak maju.











