Example 160x600
Example 160x600
Tech & EducationKesehatan

Mengapa Ahli Jantung Mungkin Menyarankan Anda Tidak Menggunakan AirPods? Ini Penjelasan Ilmiahnya

107
×

Mengapa Ahli Jantung Mungkin Menyarankan Anda Tidak Menggunakan AirPods? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
Ahli Jantung
Example 468x60

Khatulistiwahits – Para ahli jantung mengingatkan bahwa perkembangan teknologi sehari-hari tidak selalu bebas dari risiko bagi pengguna perangkat medis tertentu, meski AirPods dan earbud nirkabel lainnya aman digunakan oleh sebagian besar orang.

AirPods telah menjadi salah satu perangkat audio paling populer di dunia. Ukurannya yang ringkas, kualitas suara yang baik, dan konektivitas nirkabel membuat earbud buatan Apple ini digunakan oleh jutaan orang setiap hari.

Dilansir dari Engadget (13/06), bagi sebagian orang, terutama mereka yang menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) atau implantable cardioverter defibrillator (ICD), dokter spesialis jantung mungkin akan memberikan peringatan khusus terkait penggunaannya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah AirPods berbahaya bagi kesehatan jantung?

Bukan Karena Gelombang Bluetooth

Banyak orang mengira risiko AirPods berasal dari sinyal Bluetooth. Faktanya, perhatian utama para ahli bukanlah koneksi nirkabelnya, melainkan magnet kecil berkekuatan tinggi yang terdapat di dalam AirPods dan casing pengisi dayanya.

Perangkat elektronik modern kini menggunakan magnet neodymium yang sangat kuat untuk berbagai fungsi, termasuk pengisian daya, penutup magnetik, dan sistem audio. Dalam kondisi tertentu, magnet tersebut dapat berinteraksi dengan perangkat medis yang ditanam di dalam tubuh.

Penelitian Menemukan Potensi Gangguan pada Pacemaker

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation: Arrhythmia and Electrophysiology menemukan bahwa medan magnet dari beberapa perangkat elektronik modern, termasuk AirPods, dapat memicu magnet mode pada perangkat jantung tertentu.

Magnet mode merupakan fitur keselamatan yang sengaja dirancang pada pacemaker dan ICD untuk digunakan dalam kondisi medis tertentu, misalnya selama prosedur pemeriksaan atau perawatan khusus.

Masalahnya, ketika magnet kuat berada terlalu dekat dengan implan jantung, perangkat tersebut dapat sementara mengubah cara kerjanya. Pada ICD, kondisi ini berpotensi menonaktifkan fungsi pemberian kejutan penyelamat yang seharusnya bekerja saat terjadi gangguan irama jantung berbahaya.

Siapa yang Berisiko?

Risiko ini terutama berlaku bagi orang yang menggunakan:

  • Pacemaker (alat pacu jantung)
  • Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD)
  • Perangkat elektronik jantung implan lainnya (CIEDs)

Bagi orang yang tidak memiliki perangkat tersebut, AirPods tidak menimbulkan risiko khusus terhadap fungsi jantung.

AirPods Tidak Harus Dihindari Sepenuhnya

Kabar baiknya, penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa pengguna pacemaker harus berhenti menggunakan AirPods sepenuhnya.

Yang menjadi perhatian adalah jarak antara perangkat dan implan jantung. Apple sendiri menyatakan bahwa perangkat elektronik yang mengandung magnet sebaiknya dijaga setidaknya 6 inci (15 cm) dari perangkat medis yang ditanam dalam tubuh.

Artinya, penggunaan AirPods di telinga umumnya tidak menjadi masalah. Risiko meningkat ketika:

  • AirPods atau casing disimpan di saku dada tepat di atas lokasi pacemaker.
  • Earbud digantung di leher sehingga berada dekat dengan implan.
  • Perangkat diletakkan langsung di atas dada saat beristirahat atau tidur.

Mengapa Dokter Memberikan Peringatan?

Menurut para ahli jantung, masalah terbesar bukanlah tingginya angka kejadian, melainkan fakta bahwa banyak pasien tidak menyadari keberadaan magnet kuat di dalam perangkat elektronik sehari-hari.

Saat ini magnet berkekuatan tinggi tidak hanya ditemukan pada AirPods, tetapi juga pada:

  • Smartphone modern
  • Smartwatch
  • Pena digital
  • Casing pengisian daya nirkabel
  • Headphone magnetik lainnya

Karena itu, banyak dokter lebih memilih memberikan edukasi preventif daripada menunggu terjadinya gangguan pada perangkat medis pasien.

Rekomendasi FDA dan American Heart Association

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) serta American Heart Association memberikan panduan yang relatif serupa.

Baca Juga: Eropa Tersentak! Anthropic Hentikan Akses ke Model AI Terbarunya

Mereka menyarankan agar perangkat elektronik yang memiliki magnet dijaga setidaknya 15 cm dari lokasi implan jantung dan tidak disimpan di saku dada yang berada tepat di atas perangkat medis.

Untuk headphone dan earbud, American Heart Association secara khusus menyarankan agar tidak menggantungkannya di dada atau menyimpannya dalam saku dekat pacemaker maupun ICD.

Haruskah Pengguna AirPods Khawatir?

Bagi sebagian besar pengguna, jawabannya tidak. AirPods tetap aman digunakan oleh masyarakat umum. Namun bagi individu yang menggunakan alat pacu jantung atau ICD, kewaspadaan ekstra diperlukan karena magnet yang terdapat di dalam perangkat elektronik modern dapat memengaruhi fungsi implan apabila berada terlalu dekat.

Karena itu, jika Anda memiliki pacemaker atau ICD, konsultasikan dengan dokter spesialis jantung mengenai penggunaan perangkat elektronik sehari-hari dan ikuti rekomendasi produsen alat medis yang Anda gunakan.

Peringatan ahli jantung terhadap AirPods bukanlah karena perangkat tersebut berbahaya bagi semua orang. Kekhawatiran utamanya berasal dari magnet internal yang dalam kondisi tertentu dapat berinteraksi dengan alat pacu jantung dan defibrillator yang ditanam di tubuh pasien.

Selama digunakan dengan jarak aman dan tidak disimpan dekat area implan, AirPods tetap dapat digunakan oleh banyak pasien. Namun kasus ini menjadi pengingat bahwa semakin canggih teknologi modern, semakin penting pula memahami bagaimana perangkat sehari-hari dapat berinteraksi dengan alat kesehatan yang menyelamatkan nyawa.