KhatulistiwaHits, Jakarta — Lagi heboh katanya Kuliah itu scam, alasannya biaya mahal, lulus belum tentu langsung kerja dan skill katanya bisa dipelajari sendiri dari internet. Video pendek, potongan data, sampai opini panas berseliweran di linimasa dan bikin sebagian orang mikir, “ngapain kuliah kalau ujung-ujungnya ribet?”
Tapi di sisi lain, fakta menariknya pendaftar kuliah tiap tahun tetap banyak. Kampus masih penuh, jalur masuk masih diburu, dan persaingan tetap ketat. Kalau kuliah benar-benar “scam”, pertanyaannya sederhana? Kenapa masih banyak yang rela daftar?
Gen Z Tak Lagi Cuma Cari Gelar, tapi Masa Depan
Jawabannya ada di realita yang sering luput dibahas. Dunia kerja hari ini nggak cuma cari orang yang “bisa”, tapi yang punya pola pikir, etika kerja, kemampuan komunikasi, dan mental belajar. Skill teknis memang bisa dipelajari dari mana saja, tapi kemampuan bertahan, beradaptasi, dan kerja bareng orang lain nggak selalu bisa dibentuk sendirian.
Masalahnya, stigma “kuliah itu scam” biasanya muncul karena pengalaman kuliah yang nggak relevan. Terlalu banyak teori, minim praktik, dan nggak jelas arahnya mau ke mana. Di titik ini, bukan kuliahnya yang salah, tapi model pendidikannya yang ketinggalan zaman.
Gen Z sekarang jauh lebih kritis. Mereka nggak cuma nanya “lulus dapat gelar apa”, tapi juga “habis lulus bisa ngapain”. Kampus yang nggak bisa menjawab pertanyaan itu pelan-pelan akan ditinggal. Sebaliknya, kampus yang adaptif justru makin dicari.
Karena itu, kuliah tetap jadi pilihan banyak orang asal kampusnya tepat. Kampus yang nggak cuma ngajarin teori, tapi juga ngasih ruang eksplorasi, pengalaman nyata, dan koneksi ke dunia kerja maupun dunia usaha.
Baca juga: SITUBA, Teman Digital Baru bagi Pasien TBC di Surakarta
UBSI Tawarkan Model Kuliah yang Lebih Praktis
Salah satu yang mencoba menjawab tantangan ini adalah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, menekankan pembelajaran berbasis praktik, teknologi, dan kebutuhan industri, sekaligus membangun mindset wirausaha sejak mahasiswa masih kuliah.
Dengan status institusi yang terakreditasi Unggul, UBSI membuktikan bahwa kualitas akademik bisa jalan bareng dengan kesiapan kerja. Jadi kalau masih ada yang bilang “kuliah itu scam”, mungkin yang perlu dievaluasi bukan konsep kuliahnya tapi di mana dan bagaimana kuliah itu dijalani. Makanya, Kuliah…? BSI Aja !!
Baca juga: ICONNET Terapkan Diskon 75 Persen bagi Pelanggan Terdampak Bencana
Jadi, sebelum ikut-ikutan bilang “kuliah itu scam”, coba pikir ulang dengan kepala dingin. Kuliah tetap relevan kalau dijalani di kampus yang tepat dan masuk akal secara biaya. Bayangin aja, bisa kuliah di kampus terakreditasi Unggul, fokus ke skill dan masa depan, tapi nggak bikin dompet megap-megap. Di UBSI, kuliah nggak harus mahal buat jadi bernilai yang penting siap pakai setelah lulus.(Siti Hafizah)















