Example 160x600
Example 160x600
PendidikanLocal News

AI Jadi Asisten Guru, Guru SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya Antusias Menyusun Modul Ajar

101
×

AI Jadi Asisten Guru, Guru SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya Antusias Menyusun Modul Ajar

Sebarkan artikel ini
Ai
Example 468x60

Khatulistiwahits, Kubu Raya – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan terus berkembang pesat. Menjawab tantangan tersebut, SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya menggandeng Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak dan DICO Pontianak melalui Program CerMAI (Cerdas dan Mahir AI) menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penyusunan Modul Ajar Menggunakan AI Berbasis Literasi dan Numerasi” di SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru mata pelajaran SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi AI untuk menyusun modul ajar yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Pelatihan berlangsung interaktif dengan kombinasi penyampaian materi, demonstrasi penggunaan platform AI, praktik langsung, serta diskusi mengenai implementasi AI dalam penguatan literasi dan numerasi siswa.

Kepala SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya, Dwi Puji Lestari, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkannya secara positif dalam proses pembelajaran.

“AI bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan kreativitas, efektivitas, dan kualitas pembelajaran. Kami berharap seluruh guru dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk menghasilkan modul ajar yang lebih menarik, kontekstual, dan berdampak bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber utama kegiatan, Dedi Saputra, S.Pd., M.Kom, yang merupakan Partner of DICO, Dosen, sekaligus seorang Master Trainer AI Ready for ASEAN, menjelaskan bahwa Artificial Intelligence dapat membantu guru dalam berbagai aspek penyusunan perangkat ajar, mulai dari analisis capaian pembelajaran, penyusunan tujuan pembelajaran, pembuatan materi, asesmen, hingga pengembangan aktivitas pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.

Ai
Dedi Saputra Sharing Knowladge kepada peserta IHT (Foto:Dok)

“Teknologi AI dapat menjadi asisten cerdas bagi guru. Namun yang paling penting adalah bagaimana guru mampu memberikan instruksi atau prompt yang tepat sehingga menghasilkan modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tetap mengedepankan nilai-nilai pedagogis,” jelas Dedi di hadapan para peserta.

Guru Antusias Mempraktekkan Tools Ai

Dalam sesi praktik, para guru diperkenalkan dengan berbagai platform AI yang dapat digunakan untuk mendukung penyusunan modul ajar secara lebih cepat dan sistematis. Peserta tampak antusias mencoba berbagai fitur AI untuk menghasilkan rancangan pembelajaran yang kreatif, adaptif, serta sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Ai

Salah satu peserta pelatihan, Bapak. Gandung, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka perspektif baru mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan.

“Selama ini kami mengenal AI hanya sebatas untuk mencari informasi. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami bahwa AI dapat membantu guru menyusun modul ajar, membuat soal, hingga merancang aktivitas pembelajaran yang lebih menarik. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan guru saat ini,” ungkapnya.

Kesan positif juga disampaikan oleh peserta lainnya, yang menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman belajar yang praktis dan mudah diterapkan di sekolah.

Baca Juga: Claude AI 2026: Fitur Apa Saja Yang Gratis dan Berbayar, Cek Disini

“Materi yang disampaikan sangat jelas, aplikatif, dan langsung dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar guru semakin siap menghadapi era digital dan perkembangan teknologi pendidikan,” tuturnya.

Melalui kegiatan In House Training ini, SMA Kemala Bhayangkari Kubu Raya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui penguatan kompetensi digital. Diharapkan hasil pelatihan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.