Example 160x600
Example 160x600
EventBerita

Independence Day AI Conference 2025: Peluang dan Strategi AI untuk Dunia Bisnis

×

Independence Day AI Conference 2025: Peluang dan Strategi AI untuk Dunia Bisnis

Sebarkan artikel ini
ai untuk dunia bisnis
Example 468x60

KhatulistiwaHits, Pontianak – Era kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya mengubah cara belajar, tetapi juga menghadirkan peluang strategis bagi dunia bisnis. Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025, yang digelar di Harris Hotel Pontianak pada Rabu (27/8), menyoroti potensi AI dalam mendorong inovasi dan efisiensi di sektor bisnis. Acara ini diselenggarakan oleh Digital Creative Community (DICO) bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) dan didukung Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai sponsor utama.

DICO Dorong Transformasi Bisnis Digital

Dedi Saputra, Head of DICO Pontianak, membuka sesi dengan menyoroti peran komunitas digital dalam mendorong inovasi bisnis melalui teknologi AI. Ia memperkenalkan program CermaAI (Cerdas dan Mahir AI), yang dirancang untuk membekali guru, siswa, serta pelaku usaha dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI.

“CermaAI membantu peserta melihat AI bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai alat nyata untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi, dan responsivitas dalam bisnis,” ujar Dedi.

Seiring sesi berlanjut, fokus bergeser ke penerapan AI dalam dunia usaha. Nanda Diaz Arizona, Manager IT PT Alfa Sinar, menjelaskan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan AI untuk mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong inovasi produk di perusahaan rintisan maupun berskala menengah.

“AI bukan sekadar tren, tetapi alat strategis untuk mempercepat pengambilan keputusan dan inovasi produk,” jelas Nanda.

Baca juga: Independence Day AI Conference 2025 Sukses Digelar di Pontianak, Gaungkan Pemanfaatan AI

Senada, Hans Christian Yulianto, Digital Innovator BCA, menyoroti potensi AI dalam layanan keuangan dan manajemen risiko.

“Dengan AI, bisnis bisa lebih adaptif, prediktif, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Transformasi digital harus dilihat sebagai investasi jangka panjang yang membuka peluang baru,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung. Diskusi interaktif memberi kesempatan bagi mereka untuk bertanya dan berbagi pandangan, sehingga ide serta strategi penerapan AI dapat langsung dipahami dan diaplikasikan.

Penekanan konferensi terhadap inovasi bisnis melalui AI juga sejalan dengan visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, yang mendorong kolaborasi antara komunitas, sektor bisnis, dan institusi pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang di era digital.(Siti Hafizah)