KhatulistiwaHits, Pontianak – Isu keamanan digital menjadi sorotan dalam sesi AI for Business pada Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025 yang digelar Rabu (27/8) di Harris Hotel Pontianak. Salah satu narasumber di sesi AI for Business, Ir. Nanda Diaz Arizona, Manager IT PT Alfa Sinar, menekankan bahwa pemanfaatan generative AI di dunia bisnis membawa peluang besar bagi efisiensi dan inovasi, namun juga memunculkan risiko baru yang perlu diantisipasi.
Menyeimbangkan Inovasi dan Keamanan
Nanda Diaz Arizona menjelaskan bahwa semakin luas penerapan AI, semakin besar pula potensi ancaman yang muncul, mulai dari penipuan digital, phishing, hingga penyalahgunaan data. Oleh karena itu, penerapan teknologi ini harus dibarengi dengan langkah preventif serta kebijakan keamanan siber yang ketat.
“Pemanfaatan AI memang membuka banyak peluang, tapi keamanan tidak boleh diabaikan. Perusahaan harus melindungi data konsumen dan memastikan setiap transaksi tetap aman, sambil terus mengedukasi karyawan tentang risiko digital yang mungkin terjadi,” ujar Nanda Diaz Arizona.
Baca juga: Dukung Konferensi AI 2025, UBSI Kampus Pontianak Hadirkan Beasiswa untuk Generasi Digital Cerdas
Selain penguatan sistem perlindungan data, literasi digital bagi sumber daya manusia juga menjadi faktor penting agar perusahaan mampu memanfaatkan AI secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian Independence Day AI Conference 2025 yang diselenggarakan oleh Digital Creative Community (DICO) bekerja sama dengan Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) dan disponsori oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Konferensi ini diharapkan memberi gambaran menyeluruh bagi mahasiswa, profesional, dan pelaku usaha tentang potensi sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam dunia bisnis.(Siti Hafizah)















