KhatulistiwaHits, Pontianak – Kepedulian generasi muda terhadap keamanan digital tergambar jelas dalam sesi AI for Business pada Independence Day Artificial Intelligence Conference 2025 yang digelar Rabu (27/8) di Harris Hotel Pontianak. Acara yang diselenggarakan Digital Creative Community (DICO) bersama Asosiasi Pengguna Artificial Intelligence Indonesia (APAII) dengan sponsor utama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini tidak hanya menghadirkan materi, tetapi juga membuka ruang dialog. Salah satunya Paskalis, siswa SMA Negeri 3 Sekadau Hilir, yang menyoroti bagaimana orang tua dapat lebih waspada terhadap penipuan dan ancaman siber yang kian marak seiring berkembangnya teknologi AI.
Literasi Digital untuk Seluruh Keluarga
Ir. Nanda Diaz Arizona, Manager IT PT Alfa Sinar, salah satu narasumber sesi AI for Business, menekankan pentingnya literasi keamanan digital bagi semua anggota keluarga. Generasi muda dan orang tua sama-sama perlu memahami risiko siber agar dapat melindungi diri serta keluarga dari potensi penipuan dan penyalahgunaan teknologi AI.
“Orang tua bisa memulai dari hal sederhana sehari-hari, seperti waspada terhadap tautan mencurigakan di aplikasi pesan atau email, serta tidak sembarangan membagikan informasi pribadi. Anak-anak yang lebih paham teknologi bisa menjadi penghubung untuk membantu orang tua lebih aware,” jelas Nanda.
Baca juga: AI untuk Prediksi dan Keamanan Perbankan Jadi Sorotan di Independence Day AI Conference 2025
Selain itu, edukasi keluarga tentang keamanan digital memberikan dampak positif ganda. Anak-anak lebih terlatih dalam memanfaatkan AI secara aman, sementara orang tua merasa lebih percaya diri dan terlindungi dari risiko penipuan atau penyalahgunaan data.
Sesi interaktif ini menghadirkan wawasan praktis tentang literasi digital bagi peserta, termasuk pentingnya kesadaran keamanan siber di lingkungan keluarga, selain pemahaman teknis dan strategi pemanfaatan AI.(Siti Hafizah)















