Khatulistiwahits.com, Pontianak — Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Menjawab kebutuhan tersebut, para pelaku UMKM binaan Bank Indonesia mendapatkan pelatihan pembuatan website dan landing page dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam kegiatan Rabbani Khatulistiwa Onboarding UMKM yang digelar di Gedung Bank Indonesia Lama Pontianak pada Jumat (19/6).
Manfaatkan AI, Dosen UBSI Bantu UMKM Miliki Website dan Landing Page Profesional
Kegiatan ini menghadirkan Yoki Firmansyah, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, sebagai narasumber yang membagikan wawasan sekaligus praktik langsung pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan bisnis UMKM di era digital.
Peserta yang mengikuti kegiatan merupakan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi dan memiliki kualitas produk yang baik. Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam membangun kehadiran digital melalui website maupun landing page yang dapat digunakan sebagai sarana promosi dan pemasaran produk secara lebih profesional.
Dalam pemaparannya, Yoki menekankan pentingnya memiliki aset digital yang dikelola sendiri oleh pelaku usaha. Menurutnya, website dan landing page bukan hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand.
“Banyak UMKM yang produknya sudah sangat bagus, kemasannya menarik, bahkan sudah memiliki pasar yang jelas. Namun masih mengandalkan media sosial sebagai satu-satunya kanal pemasaran. Padahal, website dan landing page dapat menjadi pusat informasi bisnis sekaligus membantu meningkatkan konversi penjualan,” jelasnya.
Baca Juga : Webinar Gratis Bekali Mahasiswa Membangun Website Profesional
Yoki juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI telah membuat proses pembuatan website menjadi jauh lebih mudah dan terjangkau dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu pembuatan website membutuhkan kemampuan desain, pemrograman, dan waktu yang cukup panjang, kini berbagai proses tersebut dapat dipercepat dengan bantuan kecerdasan artifisial.
“Dengan memanfaatkan AI, pelaku UMKM dapat membuat struktur website, menyusun konten pemasaran, menghasilkan visual produk, hingga merancang landing page yang menarik hanya melalui instruksi yang tepat. Teknologi ini membuka peluang bagi siapa saja untuk membangun identitas digital bisnis tanpa harus memiliki kemampuan teknis yang kompleks,” ujarnya.
Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Hibahkan Website SIARSIP kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal
Melalui sesi pelatihan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep digitalisasi usaha, tetapi juga memperoleh pemahaman praktis mengenai cara memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung strategi pemasaran dan pengembangan bisnis mereka.
Program Rabbani Khatulistiwa Onboarding UMKM menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendorong percepatan transformasi digital bagi pelaku usaha di Kalimantan Barat. Kehadiran akademisi sebagai narasumber juga menjadi bentuk kolaborasi yang diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan yang dihadapi UMKM saat ini.
Dengan semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI, pelaku UMKM kini memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membangun website dan landing page profesional secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai produk, serta memperkuat daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital yang terus bergerak cepat.















