Khatulistiwahits – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membuka peluang besar di berbagai sektor, tetapi juga memunculkan ancaman baru terhadap privasi dan hak individu. Menjawab kekhawatiran tersebut, aktris pemenang Oscar, Cate Blanchett, resmi meluncurkan sebuah platform gratis bernama Human Consent Registry, sebuah layanan yang memungkinkan masyarakat melindungi identitas mereka agar tidak digunakan oleh sistem AI tanpa izin. Dilansir Euronews (24/06), peluncuran dilakukan di Parlemen Eropa, Brussel, sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan AI yang lebih bertanggung jawab.
Human Consent Registry dikembangkan oleh organisasi nirlaba RSL Media, yang didirikan bersama oleh Blanchett. Melalui platform ini, setiap orang dapat menentukan apakah nama, wajah, suara, gerakan tubuh, maupun atribut pribadi lainnya boleh digunakan oleh teknologi AI. Pengguna diberikan tiga pilihan utama, yakni mengizinkan penggunaan, mengizinkan dengan syarat tertentu, atau melarang sepenuhnya penggunaan identitas mereka. Pendekatan ini diharapkan menjadi standar baru dalam menghormati hak individu di era kecerdasan buatan.
Dalam peluncurannya, Blanchett menegaskan bahwa identitas seseorang merupakan bentuk kekayaan intelektual di era digital. Menurutnya, setiap individu berhak menentukan bagaimana AI dapat atau tidak dapat memanfaatkan data pribadi mereka. Ia juga menilai bahwa perkembangan AI yang sangat cepat harus diimbangi dengan mekanisme persetujuan (consent) yang jelas agar inovasi teknologi tetap berjalan tanpa mengorbankan hak-hak manusia.
Platform ini tidak hanya ditujukan bagi selebritas atau kreator konten, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Selain individu, agen, manajer, maupun perwakilan profesional juga dapat mengelola izin penggunaan identitas melalui sistem tersebut. Ke depannya, RSL Media berencana memperluas cakupan layanan agar mampu melindungi karya seni, karakter, hingga merek dagang dari eksploitasi AI yang tidak sah.
Cate Blanchett Menginisiasi Penggunaan Teknologi Secara Etis
Peluncuran Human Consent Registry mendapat dukungan dari berbagai tokoh industri kreatif dan pembuat kebijakan di Eropa. Anggota Parlemen Eropa, Eva Maydell, menyebut platform tersebut sebagai langkah penting untuk menciptakan transparansi, membangun kepercayaan, serta memastikan kreativitas manusia tetap menjadi pusat perkembangan teknologi. Sementara itu, sutradara Steven Soderbergh menilai inisiatif ini bukanlah bentuk pembatasan terhadap AI, melainkan mekanisme sederhana yang mendorong semua pihak untuk menggunakan teknologi secara etis.
Inisiatif Cate Blanchett muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap maraknya penggunaan wajah, suara, dan karya kreatif tanpa izin untuk melatih model AI maupun menghasilkan konten deepfake. Sebelumnya, Blanchett juga menjadi salah satu figur publik yang aktif memperjuangkan perlindungan hak cipta dan hak identitas dalam pengembangan AI. Kehadiran Human Consent Registry diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem AI yang lebih transparan, menghormati persetujuan pengguna, dan memberikan kontrol lebih besar kepada setiap individu atas identitas digital mereka.














