Example 160x600
Example 160x600
Example 468x60
BeritaNews

Kereta Cepat Trans Borneo: Inisiatif Brunergy Utama untuk Menghubungkan Kalimantan, Malaysia, dan Brunei

×

Kereta Cepat Trans Borneo: Inisiatif Brunergy Utama untuk Menghubungkan Kalimantan, Malaysia, dan Brunei

Sebarkan artikel ini
Brunergy Utama
Sumber : Freepik
Example 468x60

KhatulistiwaHits – Sebuah perusahaan infrastruktur asal Brunei, Brunergy Utama Sdn Bhd, mengklaim telah mengajukan proposal pembangunan proyek kereta cepat yang dikenal sebagai Trans Borneo Railway. Proyek ambisius ini dirancang untuk menghubungkan Sabah, Sarawak, Brunei, dan wilayah Indonesia di Kalimantan, membentang sejauh 1.620 kilometer melewati tiga negara.

Tahap pertama dari proyek ini, menurut pengumuman Brunergy Utama, akan menghubungkan Pontianak (Ibu Kota Kalimantan Barat), Kuching, Kinabalu, hingga distrik Tutong di Brunei. Sementara tahap kedua akan melibatkan daerah selatan dan timur Kalimantan, termasuk Samarinda dan Balikpapan.

Baca juga : Arab Saudi Perkenalkan Sarah, Robot Humanoid yang Cantik Jelita

Dilansir dari CNN, Proyek Trans Borneo ini dirancang dengan kecepatan kereta mencapai 350 kilometer per jam, dengan estimasi waktu tempuh antar stasiun hanya sekitar 30 menit. Terdapat empat terminal dan total 24 stasiun yang berfungsi sebagai hub utama jaringan kereta berkecepatan tinggi ini.

“Ke depan, (proyek kereta cepat) juga akan terhubung ke ibu kota masa depan Indonesia, Nusantara,” kata pernyataan Brunergy Utama seperti dikutip oleh Nikkei Asia.

Brunergy Utama Berinisiatif Hubungkan Kalimantan, Malaysia dan Brunei Dengan Kereta Cepat

Brunergy Utama, yang didirikan pada tahun 2013 dan sebelumnya beroperasi di sektor minyak dan gas, telah mengalami perubahan fokus menjadi perusahaan infrastruktur besar untuk mendorong pertumbuhan masa depan di Kalimantan sejak tahun 2014.

Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya sekitar US$70 miliar atau sekitar Rp1.114 triliun. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Brunei terkait dukungan mereka terhadap proyek ini.

Baca juga : Open AI Luncurkan Sora, Teknologi Pembuat Video Dengan Modal Teks

Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, mengkonfirmasi bahwa proyek Kereta Api Trans Borneo saat ini masih dalam bentuk proposal. “Kami perkirakan studi kelayakan akan memakan waktu sembilan bulan, baru kita tahu apakah proyek itu bisa dilaksanakan atau tidak dari segi komersial, teknis, dan aspek lainnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kementerian Perhubungan Indonesia belum memberikan respons terkait kabar ini. Brunergy Utama Sdn Bhd, sebagai pemrakarsa proyek, terus berupaya mempromosikan dan mendapatkan dukungan untuk mewujudkan visi kereta cepat Trans Borneo ini.